Cara Mengatasi Fraud



1   Mengendalikan suasana kerja yang baik dilingkungan kerja, antara lain dengan   menanamkan etika kerja dan peningkatan kesejahteraan pegawai atau pekerja.
Mengendalikan susasana kerja yang baik merupakan tanggung jawab pimpinan disertai kerja sama dengan organisasi tersebut. Lingkungan pengendalian merupakan salah satu unsur yang harus diciptakan dan dipelihara agar timbul perilaku positif dan kondusif untuk penerapan sistem pengendalian intern dalam lingkungan kerja, melalui beberapa cara yaitu penegakan integritas dan etika, komitmen terhadap kompetensi, kepemimpinan yang kondusif, pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat, penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sember daya manusia, perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif dan hubungan kerja yang baik dengan instansi pemerintah terkait. Hal tersebut tercantum dalam PP No. 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.
  
   Menghilangkan kesempatan untuk melakukan Fraud dengan cara sistem pengawasan internal yang ketat.
Pengawasan internal yang ketat diharapkan mampu mengidentifkasikan dan meredam gejala Fraud. Bentuk pengawasan internal yang ketat adalah dengan audit kinerja, audit investigatif dan audit laporan keuangan sesuai Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintan (PERMEN PAN No. PER/05/M.PAN/03/2008) dan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).Audit kerja adalah proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi terhadap pengelolaan keuangan negara, dalam hal ini adalah penyusunan/pelaksanaan anggaran, penerimaan, penyaluran dan penggunaan dana, serta pengelolaan aset dan kewajiban, dan pelaksanaan tugas dan fungsi auditi yang terdiri atas aspek ekonomis, efisiensi dan efektivitas.
Audit Investigasi digunakan untuk membuktikan kebenaran indikasi terjadinya perbuatan kecurangan yang merugikan negara dan atau potensi negara. Dalam pelaksanaan pemeriksaan khusus investigasi maka terungkaplah seluruh fakta dan proses terhadap indikasi Fraud yang bertentangan dengan peraturan. Namun pengungkapan bukti menjadi kendala terutama jika perbuatan kecurangan dilakukan secara melembaga, sehingga dibutuhkan cara pengungkapan fakta disertai bukti yang cukup. Berbagai cara investigasi dilakukan antara lain dengan wawancara langsung dengan auditi, pemeriksaan dokumen, masukan/input dari whistle blower (saksi pemberi informasi), dan teknik interogasi yang tepat.
Sedangkan audit atas pelaporan keuangan adalah audit yang bertujuan memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi. Pemberian opini didasarkan hasil pengelolaan aset negara serta penggunaan keuangan negara yang baik dan sesuai kenyataan. Audit atas laporan keuangan dapat menjadi input bagi proses input bagi proses audit investigasi, terutama dalam hal menidentifikasikan indikasi terjadinya Fraud yang dilakukan oleh manajemen puncak dan atau dilakukan secara melembaga.
SUMBER : http://amaliamutiara-amel.blogspot.com/2012/04/fraud.html

PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI MASALAH KHUSUS DAN MASALAH-MASALAH KHUSUS DALAM LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI



Definisi laporan keuangan konsolidasi masalah khusus
Laporan keuangan konsolidasi masalah khusus adalah laporan keuangan gabungan antara perusahaan induk dan perusahaan anak, dimana dalam laporan keuangan tersebut terdapat masalah-masalah khusus dalam pembukuan laporan keuangan induk dan anak.

Masalah-masalah Khusus Dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
a.    Laba antar perusahaan yang berafiliasi (intercompany profits)
Didalam laporan keuangan konsolidasi , laba/ rugi serta kenaikan/ penurunan nilai barang, jasa maupun harta tak bergerak yang telah diakui oleh masing-masing pihak harus dihapuskan (dielimanasi).
1)       Laba atas sediaan
a)   Penjualan oleh Induk
·     Penguasaan 100%
Jika disusun neraca konsolidasi maka persediaan barang dagangan yang ada pada perusahaan anak harus dikurangi menjadi sebesar harga pokok semula.
·     Penguasaan <100%

b)   Penjualan oleh Anak
·       Penguasaan 100%
Jika disusun neraca konsolidasi, laba yang timbul dari penjualan atas barang dagangan harus dihapuskan . Demikian sebaliknya nilai persediaan barang dagangan harus dikurangi menjadi harga pokok semula.
·       Penguasaan <100%
Eliminasi terhadap laba yang telah diakui atas laba dari transaksi antara PT. Anak dan PT. Induk harus dialokasikan sesuai denganhak atas laba masing-masing pemegang saham. Dalam hal PT. Induk mempunyai hak atas laba sedang selebihnya dibebankan pada pemegang saham minoritas pada PT. Anak.


Obligasi antar Perusahaan (intercompany bond holdings)
Seperti halnya transaksi jual beli baik berupa barang-barang dagangan, jasa-jasa maupun fasilitas-fasilitas produksi lainnya. Maka sangat dimungkinkan terjadinya pemilikan obligasi (surat hutang) dari suatu perusahaan oleh perusahaan lain didalam lingkungan perusahaan yang berafiliasi. Didalam neraca yang dikonsolidasi hutang piutang tersebut harus dieliminasi (dihaspuskan), sehingga hanya obligasi yang dimiliki oleh pihak diluar perusahaan yang yang berafiliasi dilaporkan sebagai hutang obligasi

b.            Saham prefferen dan saham biasa anak (subsidiaries with preffered and common stock)
1)       Saham Biasa
Saham Biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan

2)     Saham Preferen
Saham preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa.

3)     Sifat saham preferen
a)   Tidak kumulatif dan tidak berpartisipasi (TKTB
b)   Kumulatif dan tidak berpartisipasi (KTB
c)    Tidak kumulatif dan berpartisipasi penuh (TKB
d)   Kumulatif dan berpartisipasi penuh (KB

PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI MENURUT HARGA PEROLEHAN DAN PROSEDUR PENCATATAN HARGA POKOK



Pengertian Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Dengan Metode Harga
Perolehan/Metode Cost

Metode “Harga Perolehan” diikuti untuk mencatat investasi saham-saham perusahaan anak, maka hanya deviden atas saham-saham tersebut yang diakui sebagai pendapatan (revenue) oleh perusahaan induk. Dan laba atau rugi atas pemilikan modal hanya timbul apabila sebagian atau seluruh jumlah saham yang dimiliki itu dijual.

Ciri-ciri Metode Cost:
1. L/R yang diperoleh perusahaan anak tidak dilakukan penjurnalan
2. Eliminasi saldo Modal, Agio,  LYD perusahaan anak ditentukan dengan bertitik tolak pada posisi neraca
3. Hak Minoritas ditentukan dengan bertitik tolak pada posisi akhir setelah transaksi dikertas kerja konsolidasi

Perbedaan antara metode equity dengan metode harga perolehan dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Keterangan
Metode Equity
Metode Harga Perolehan
Rekening Investasi
Saham Perusahaan anak


Bagian laba yang
 diperoleh

Laporan Laba – Rugi
Berubah – ubah sesuai
 perubahan jumlah kekayaan bersih perusahaan anak

Dicatat dalam laporan
keuangan (neraca) yang
 dikonsolidasi
Tidak mencantumkan
 “pendapatan atau kerugian” atas investasi saham,
Jumlahnya selalu tetap kecuali ada penjualan atau pembelian tambahan atas saham yang dimiliki
Tidak hanya diakui pada laporan keuangan (neraca)

Bagian deviden dicatat debit pada rekening piutang deviden (kas), dengan
 rekening “penghasilan
 deviden” pada sisi kredit


Prosedur Pencatatan Metode Harga Pokok (Cost Method)

Metode harga pokok didasarkan pada teori bahwa akuntansi untuk suatu investasi pada perusahaan anak harus sama dengan akuntansi untuk investasi jangka panjang dalam surat berharga. Sebagai landasan metode ini, perusahaan anak dan induk diperlakukan sebagai dua perusahaan yang berbeda, penerimaan deviden atas pemilikan saham diakui sebagai penghasilan/laba/rugi investasi baru diakui setelah surat berharga yang dimiliki terjual.

Hal-hal yang berhubungan dengan Cost Method :
-        Pendapatan yang diakui adalah dividen yang diterima dari perusahaan anak, sedangkan pada Equity Method pendapatan diakui adalah bagian laba dari perusahaan anak dan dividen yang diterima akan mengurangi investasi dalam perusahaan anak.
-        Penyusunan neraca konsolidasi baik berdasarkan Equity Method maupun Cost Method akan menghasilkan neraca konsolidasi yang sama.
-  Eliminasi Equity Method = Cost Method, kecuali :
a.Amortisasi Goodwill dicatat dengan mengeliminasi goodwill yang diamortisasi dengan rekening Retained Earning perusahaan induk.
b.Eliminasi untuk Retained Earning anak yang dihitung dari original Retained Earning anak. Selisih Retained Earning anak sekarang dengan Retained Earning original anak merupakan Retained Earning anak yang akan dielimansi ke dalam Retained Earning induk sebesar presentasi pemilikan saham


PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN MENURUT EQUITY DAN PROSEDUR AKUNTANSI MENURUT METODE EQUITY.




Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi Menurut Equity
Laporan Keuangan Menurut Equity adalah penyusunan laporan keuangan dengan memandang investasi perusahaan induk terhadap perusahaan anak sebagai suatu penyertaan modal, sehingga jika aktiva bersih perusahaan anak berubah karena kegiatan operasionalnya, maka secara otomatis akan menyebabkan perubahan pada nilai investasi perusahaan induk.
Adapun beberapa perkiraan (account) yang perlu diperhatikan dalam laporan keuangan konsolidasi menurut equity antara lain :
1.        Perkiraan “ Investasi Saham dalam perusahaan anak
Yang akan berubah jumlahnya apabila perusahaan ana kmelaporkan adanya laba rugi atau pembagian deviden.
2.      Perkiraan “ Kas ”
Akan berubah jumlahnya apabila perusahaan induk menerima pembagian dividen atau pembelian saham milik perusahaan anak.
3.      Perkiraan “ Piutang deviden perusahaan anak
Yang timbul karena perusahaan mengumumkan dividen namun belum dibayar. Perkiraan ini harus dihapuskan apabila telah dibayar tunai.
4.      Perkiraan “  Laba yang ditahan perusahaan induk 
Akan berubah jumlahnya apabila perusahaan anak melaporkan adanya Rugi/Laba. Selain itu akan berubah juga karena adanya Rugi/Laba milik perusahaan induk itu sendiri.
5.      Perkiraan “ Laba yangditahanperusahaan anak 
Akan berubah jumlahnya apabila ada Rugi/Laba pada saat pembagian dividen pada perusahaan anak itu sendiri.
Prosedur Akuntansi Menurut Metode Equity

Dalam penerapan akuntansi pasti ada suatu prosedur-prosedur yang harus dilakukan terlebih dahulu. Beberapa hal dalam penerapan prosedur akuntansi menurut metode equity, yaitu :
       Metode equity pada dasarnya sejalan dengan pendekatan akuntansi yang digunakan pada penyiapan laporan keuangan konsolidasi. Perusahaan induk dan investee yang dikendalikan diperlakukan sebagai bagian dari satu kesatuan yang terpadu.
       Meskipun dari segi hokum perusahaan induk dibedakan dari perusahaan anak, namun akuntansinya didasarkan pada hubungan ekonomi di antara keduanya.
       Penggunaan metode equity membutuhkan prosedur akuntansi.



Blogroll


Diberdayakan oleh Blogger.